Inilah Pengertian Musik Tradisional Dan Ciri Cirinya

Pengertian Musik tradisional adalah musik atau seni suara yang asalnya dari berbagai daerah terutama di Indonesia. Musik tradisional merupakan musik yang lahir serta berkembang di suatu daerah tertentu. Serta diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang selanjutnya. Musik ini biasanya menggunakan bahasa, gaya, serta tradisi khas daerah setempat. Musik daerah ataupun musik tradisional ialah musik yang lahir dan juga berkembang pada daerah- daerah di seluruh Indonesia.

Ciri khas pada jenis musik ini terdapat pada isi lagu serta instrumen (alat musiknya). Musik tradisi mempunyai karakteristik khas, yaitu syair serta melodinya memakai bahasa serta gaya daerah setempat. Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri atas ribuan pulau yang terbentang dari Papua sampai ke Aceh. Dari begitu banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh serta berkembang. Seni tradisi yang termasuk identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

Pengertian Musik Tradisional

Ada juga yang mengartikan bahwa pengertian musik tradisional ialah cetusan ekspresi perasaan melalui nada ataupun suara dari alat musik. Hingga mengandung lagu ataupun irama yang diwariskan dengan cara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang selanjutnya. Menurut Purba (2007:2), musik tradisional tak berarti jika suatu musik serta berbagai unsur-unsur di dalamnya yang bersifat kolot, kuno ataupun ketinggalan zaman.

Pengertian musik tradisional yang lainnya yaitu musik yang berakar pada tradisi masyarakat tertentu. Untuk itu keberlangsungannya pada konteks masa kini adalah upaya pewarisan dengan cara turun temurun masyarakat sebelumnya untuk masyarakat selanjutnya. Tradisi pada kebudayaan ialah suatu struktur kreativitas yang telah ada sebelumnya. Berikut ini adalah ciri ciri musik tradisonal.

Dipelajari Secara Lisan

Menjadi bagian dari kebudayaan, musik daerah diwariskan dengan cara turun temurun. Dalam Proses pewarisan musik ini umumnya dilakukan secara lisan. Generasi tua memberitahu komposisi musik daerah kepada generasi yang muda. Anak-anak itu akan melanjutkannya pula kepada anak-anak mereka. Demikian itu seterusnya, sehingga tradisi musik tersebut akan tetap dikenal oleh kalangan masyarakat. Atau orang yang sudah mahir memainkan instrumen musiknya. Ataupun terampil menyanyikan lagu-lagu daerah dapat memberikan contoh kepada pengikutnya yang kemudian ditirukan. Orang yang belajar harus menghafalkannya dengan tanpa catatan. Dengan terus latihan, ia akan menguasai semakin banyak lagu serta teknik.

Tidak Memiliki Notasi

Dalam Proses pembelajaran yang berlangsung dengan cara lisan membuat partitur (naskah musik) jadi suatu hal yang tak begitu penting. Oleh sebab itu, sangat lazim apabila musik tradisional daerah tidak mempunyai partitur notasi tertentu. Meskipun begitu, ada beberapa daerah yang mempunyi notasi musik seperti di Pulau Jawa serta Bali. Akan tetapi, notasi ini tetap tidak mempunyai partitur, tapi dipelajari dengan cara lisan. Sebenarnya, hal ini dikemudian hari bisa menimbulkan masalah. Bila orang-orang yang belajar mengenai kesenian itu semakin sedikit ataupun malah tidak ada, kesenian tersebut dapat punah. Tanpa catatan tertulis, orang lain tidak dapat melestarikannya.

Pemainnya Tidak Terspesialisasi

Sistem yang dikembangkan pada proses belajar instrumen musik daerah umumnya bersifat generalisasi. Pemain musik tradisional belajar untuk bisa memainkan setiap instrumen yang terdapat dalam suatu jenis musik daerah. Mereka akan belajar dalam memainkan instrumen mulai dari yang paling mudah hingga yang terumit. Jadi, pemain musik daerah yang telah mahir memiliki kemampuan untuk memainkan semua instrumen musik itu.